Rabu, 30 September 2015

Distilasi,Kristalisasi,Kromatografi,Filtrasi,Ekstrasi,Sublimasi

Distilasi,Kristalisasi,Kromatografi,Filtrasi,Ekstrasi,Sublimasi


Distilasi


Sejarah
pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masakekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkoholmenjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabirmenyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar, ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).
       Definisi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
JENIS
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada puladistilasi ekstraktif dan distilasi azeotropic homogenous, distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.



FILTRASI
Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya.
Suatu saat justru limbah padat nyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang.Sering kali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan,kristalisasi,atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae.Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan
KRISTALISASI
Pengertian Kristalisasi – Pemisahan dengan teknik kristalisasi didasari atas pelepasan pelarut dari zat terlarutnya dalam sebuah campuran homogeen atau larutan, sehingga terbentuk kristal dari zat terlarutnya. Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat-cair yang sangat penting dalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian produk hingga 100%.
Kristal dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi lewat jenuh (supersaturated). Kondisi tersebut terjadinya karena pelarut sudah tidak mampu melarutkan zat terlarutnya, atau jumlah zat terlarut sudah melebihi kapasitas pelarut. Sehingga kita dapat memaksa agar kristal dapat terbentuk dengan cara mengurangi jumlah pelarutnya, sehingga kondisi lewat jenuh dapat dicapai. Proses pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan empat cara yaitu, penguapan, pendinginan, penambahan senyawa lain dan reaksi kimia.
Pemisahan denga pembentukan kristal melalui proses penguapan merupakan cara yang sederhana dan mudah kita jumpai, seperti pada proses pembuatan garam.
Air laut dialirkan kedalam tambak dan selanjutnya ditutup. Air laut yang ada dalam tambak terkena sinar matahari dan mengalami proses penguapan, semakin lama jumlah berkurang, dan mongering bersamaan dengan itu pula kristal garam terbentuk. Biasanya petani garam mengirim hasilnya ke pabrik untuk pengolahan lebih lanjut.
Pabrik gula juga melakukan proses kristalisasi, tebu digiling dan dihasilkan nira, nira tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam alat vacuum evaporator, Dalam alat ini dilakukan pemanasan sehingga kandungan air di dalam nira menguap, dan uap tersebut dikeluarkan dengan melalui pompa, sehingga nira kehilangan air berubah menjadi Kristal gula.
Ketiga teknik yang lain pendinginan, penambahan senyawa lain dan reaksi kimia pada prinsipnya adalah sama yaitu mengurangi kadar pelarut didalam campuran homogeen.

KROMATOGRAFI

Umumnya metode kromatografi diklasifikasikan atas jenis fasa yang digunakan dan sebagian berdasarkan mekanisme pemisahannya. Berikut ini diberikan Pengertian jenis-jenis metode kromatografi berdasarkan klasifikasi tersebut.
A.Kromatografi cair-padat (Kromatografi Adsorpsi)
Metode jenis ini diketemukan oleh Tswett dan diperkenalkan kembali oleh Kuhn dan Ledere pada tahun 1931. Metode ini banyak digunakan untuk analisis biokimia dan organik. Teknik pelaksanaannya dilakukan dengan kolom. Sebagai fasa diam di dalam kolom dapat dipilih salika gel atau alumina. Kekurangan metode kromatografi cair-padat ini antara lain ialah: (a) pilihan fasa diam (adsorben) terbatas; (b) koefisien distribusi untuk serapan seringkali tergantung pada kadar total. sehingga pemisahannya kurang sempurna.
B. Kromatografi Cair-cair (Kromatografi Partisi)
Metode kromatografi ini diperkenalkan oleh Martin den Synge pada tahun 1941. Fasa diam pada kromatografi Jenis ini berupa lapisan tipis cairan yang terserap pada: padatan inert berpori, yang berfungsi sebagai fasa pendukung. Keuntungan metode ini ialah: (a) pelihan kombinasi cairan cukup banyak; (b) koefisien distribusinya tidak tergantung pada konsentrasi, sehingga hasil-hasil pemisahannya lebih tajam.
C. Kromatografi Gas-padat (KGP)
Kromatografi jenis ini digunakan sebelum tahun 1800 untuk menurunkan gas. Metode ini pada awalnya kurang berkembang. Penemuan jenis-jenis padatan baru sebagai hasil riset memperluas penggunaan metode ini. Kelemahan metode ini mirip dengan kromatografi cair-padat.
D. Kromatografi Gas-Cair (KGC)
Pada kaimia organik kadang-kadang menyebutnya sebagi kromatografi fasa uap. Pertama kali diperkenalkan oleh James dan Martin pada tahun 1952. Metode ini paling banyak digunakan karena efisien. serba guna, cepat dan peka. Cuplikan dengan ukuran beberapa mikrogram sampai dengan ukuran 10-15 gram masih dapat dideteksi. Sayangnya komponen cuplikan harus mempunyai tekanan beberapa torr pada suhu kolom.
E. Kromatografi Penukar Ion
Metode kromatografi ini merupakan bidang khusus kromatografi cair-padat. Sesuai dengan namanya, metode ini khusus digunakan untuk memisahkan spesies ion. Kemajuan metode kromatografi sangat ditunjang oleh penemuan resin sintetik dengan sifat penukar ion sebelum perang Dunia II.
kromatografi penukar ion
F. Kromatografi Kertas (KT)
Jenis kromatografi ini merupakan bidang khusus kromatografi cair-cair. Fasa diam berupa lapisan tipis air yang terserap oleh kertas. Selain air dapat juga dipakai cairan lain. Pengerjaannya sangat sederhana. Penempatan satu tetes larutn cuplikan pada ujung kertas dan kemudian mencelupkannya ke dalam pelarut (eluen) sudah cukup untuk memisahkan komponen-komponen cuplikan.
Kromatografi kertas - Paper Cromatograf
G. Kromntografi Lapis Tipis (KLT atau TLC = Thin Layer Chromatography)
Kromatografi jenis ini mirip dengan kromatografi kertas. Bedanya kartas digantikan lembaran kaca atau plastik yang dilapisi dengan lapisan tipis adsorben seperti alumina, silika gel. selulosa atau materi lainnya. Kromatografi lapis tipis lebih bersifat reprodusibel (bersifat boleh ulang) daripada kromatografi kertas.
H. Kromatografi Filtrasi Gel
Pada kromatografi jenis ini fasa diam berupa gel yang terbuat dari dekstran, suatu bahan hasil ikatan silang molekul-molekul polisakarida. Bahan ini bila dimasukkan dalam air akan menggembung dengan membentuk saringan berpori dengan ukuran poripori tertentu. Pori-pori akan menehan molekul komponen-komponen berdasarkan ukurannya (berat molekul). Molekul dengan berat molekul dari 100 sampai berapa juta dapat dipisahkan dengan teknik ini.
I.Kromatografi Elektroforesis Kontinyu
Kromatografi jenis ini merupakan bagian dari kromatografi kertas dimana selama pengerjaannya diterapkan medan listrik tegak lurus pada aliran pelarut. Arah aliran spesies ionik akan menyimpang dari arah aliran semula tergantung atas muatan molekul dan gerakitasnya.

EKSTRASI
Ekstraksi adalah salah satu cara pemisahan dua atau lebih zat dalam suatu campuran. prinsip yang digunakan dalam ekstraksi adalah kelarutan suatu zat yang akan dipisahkan. suatu zat pasti memiliki kelarutan terhadap pelarut, sekecil apapun itu.

SUBLIMASI
  WIKIPEDIA
Sublimasi (kimia), perubahan dari benda padat ke gas, tanpa berubah dahulu menjadi cair.
  SUMBER LAIN TENTANG SUBLIMASI
Salah satu perubahan wujud yang dapat digunakan untuk pemisahan campuran adalah menyublim atau sublimasi. Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel tersebut akan menyublim menjadi gas. Sebaliknya, bila suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan segera berubah wujudnya menjadi padat.
Penggunaan teknik ini terbatas, karena hanya sedikit zat yang dapat mengalami sublimasi, di antaranya adalah kapur barus, amonium klorida, dan iodium. Bagaimanakah cara kita memisahkan suatu campuran yang mengandung zat yang dapat menyublim?
Cara yang dapat kita lakukan adalah memisahkan partikel yang mudah menyublim tersebut menjadi gas. Gas yang dihasilkan ditampung, lalu didinginkan kembali. Syarat pemisahan campuran dengan menggunkan sublimasi adalah partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

Msds CH3COOH

MSDS CH3COOH

MSDS
“CH3COOH”
1.DESKRIPSI BAHAN
Nama Produk              : Cuka
Kode Produk (s)         : 89-8110, 84-0935, 84-0975, 95-7860, 97-2901, 97-2923 84-0477,        95-8005, 84-0486, 84-0486, 84-0487, 84-0880, 84-0884 95-8002
Nama Kimia                : Acetic Acid
Nomor CAS                : 64-19-7
Formula                       : CH3COOH
Sinonim                       : Asam Etanoat
Distributor                   : Carolina Perusahaan Pasokan Hayati 2700 Jalan York Burlington, NC 27215
Informasi Kimia          :800-227-1150 ( 8:00-5:00 (ET) MF )
CHEMTREC ( Spill Response Trabsportasi 24 jam ) : 800-424-9300
2. KOMPOSISI / INFORMASI MENGENAI UNSUR
Prinsip Berbahaya Komponen : Acetic Acid (CAS # 64-19-7) 4-6%
NAB dan unit PEL                 : TLF ACGIH-10ppm (TWA)< STEL 15ppm
OSHA PEL_10ppm (TWA)
3. IDENTIFIKASI BAHAN
Darurat Ikhtisar : -Jangan menelan.
-Hindari kulit dan kontak mata.
-Hindari pajanan terhadapuap dan kabut.
Potensi Efek kesehatan :
Mata          : Dapat menyebabkan iritasi.
Kulit          : Dapat menyebabkan iritasi
Tertelan     : Dapat menyebabkan ketidak nyamanan pencernaan.
Terhirup    : Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan
4. TINDAKAN PERTAMA
Prosedur Darurat dan Pertolongan Pertama:
Mata          :  Siram dengan air selama minimal 15 menit, menaikkan dan menurunkan
Kelopak mata sesekali. Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi.
Kulit           :  Seksama mencuci area yang terkena selama minimal 15 menit. Hapus yang
terkontaminasi pada pakaian. Mencuci pakaian yang terkontaminasi
sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi.
Menelan     :  Jangan menginduksi muntah. Jika tertelan, jika sadar, berikan banyak air,
segera memanggil seorang dokter atau pusat kendali racun. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada
orang yang tidak sadar.
Menghirup   : – Hapus untuk udara segar.
– Berikan oksigen jika sulit bernapas
– Memberikan pernapasan buatan jika napas telah berhenti.
– Tetap hangat, tenang, dan mendapatkan perhatian medis.

5. PROSEDUR PEMADAM KEBAKARAN

Titik Nyala (Metode Digunakan)                                  : 109F (cc)
Penilaian NFPA / Kesehatan                                          : 2
Api                                                                                            : 2
Reaktivitas                                                                             : 1
Media pemadam                                                                  : Penggunaan bahan kimia kering, CO2 atau busa yang sesuai.
Batas mudah terbakar di udara% oleh Volume      : 5,4% LEL UEL 16,0%
Autoignition Suhu                                                              : Tidak tersedia data
Prosedur Khusus Pemadam                                           : pemadam kebakaran harus memakai perlengkapan
pelindung penuh dan disetujui NIOSH- mandiri alat pernapasan.
Unusual Bahaya Kebakaran dan Ledakan                 : Tidak tersedia data
6. TUMPAHAN ATAU LEAK PROSEDUR
Langkah yang harus Diambil dalam Bahan Kasus Dirilis atau tumpah:
Ventilasi di area tumpahan.
Hilangkan semua sumber pengapian.
Hapus semua non- penting personil dari daerah.
Clean-up personil harus mengenakan peralatan yang tepat dan pakaian pelindung.
Menyerap materi dengan absorban yang cocok dan containerize untuk pembuangan.

7. PENCEGAHAN KHUSUS
Tindakan pencegahan yang harus Diambil dalam Penanganan atau Menyimpan:
Simpan di atas 62F, jauhkan dari sumber panas, pengapian,  dan oksidasi.
Tindakan pencegahan lain:
ð  Jangan menggunakan kontainer. Residu dapat membuat wadah kosong berbahaya.
8. INFORMASI PERLINDUNGAN KHUSUS
Perlindungan pernapasan (Sebutkan Type):
Sebuah NIOSH / MSHA kimia cartridge respirator harus dipakai jika PEL atau TLV adalah
terlampaui.
Lokal Knalpot                                                 : Diutamakan
Mekanikal (Umum)                                       : Diterima
Khusus                                                               : Tidak ada
Lain-lain                                                            : Tidak ada
Perlindungan untuk Sarung tangan       : Karet alam, Neoprene, PVC, dll.
Perlindungan mata                                       : Kacamata kimia Splash-bukti keselamatan harus
dipakai.
Pakaian pelindung lain atau Peralatan : Jaket Lab, celemek, dsb.
9. DATA FISIK
Molekul Berat                                    : 60,05
Melting Point                                     : 16.7C
Titik Didih                                           : 118.1C
Tekanan Uap                                      : 11,4 pada 20C
Densitas Uap (udara = 1)              : 2,07
Spesifik Gravity (H2O = 1)           : 1,049
Persen Volatile oleh Volume     : 100
Tingkat Penguapan (BuAc = 1)  : 0,97
Kelarutan dalam Air                      : bercampur
Penampilan dan Bau                      : cairan tak berwarna dengan bau menyengat.
10. REAKTIVITAS DATA
Stabilitas                                                              : Stabil
Kondisi untuk dihindari                                 : Panas, sumber pengapian, logam
Ketidaksesuaian (Bahan untuk Hindari) : Oksidator, alkali kuat, logam, amina, sianida, sulfida, asam kromat, asam nitrat, hydrogen peroksida, karbonat.
Penguraian Produk                                          : Cox
Polimerisasi berbahaya                                 : Tidak akan terjadi.
11. TOKSISITAS DATA
F  Toksisitas Data              : IHL-mus LC50: 5620 ppm/1H ORL-tikus LD50:3530mg / kg
F  kulit rbt LD50               : 1060 mg / kg
F  Efek Overexposure     : –
F  Akut                                  : Lihat bagian 3
F  Kronis                               : Mutasi dan efek reproduksi data yang dikutip. Tidak terdaftar menyebabkan kanker dengan IARC, NTP, atau
OSHA.
F  Kondisi Diperberat karena Overexposure : kondisi pernapasan
F  Organ Sasaran                                                        : Mata, kulit, dan saluran pernapasan
F  Rute primer (s) Masuk                                        : Inhalasi, menelan atau kontak dengan kulit
12. DATA EKOLOGI
EPA Limbah Nomor: D002 D001

13. PEMBUANGAN INFORMASI
Metode Pembuangan Limbah:
– Buanglah sesuai dengan semua yang berlaku federal, Negara dan peraturan lokal.
-Selalu kontak pemelihara limbah diizinkan (TSD) untuk memastikan kepatuhan.
14. INFORMASI TRANSPORTASI
DOT Nama Pengiriman yang tepat: Non-diatur
15. INFORMASI PERATURAN
EPA TSCA Status                                                                                 : Pada Daftar Inventaris TSCA.
Kategori Bahaya SARA Bagian 311/312 untuk Pelaporan : Akut
EHS SARA Bagian 302 TPQ (lbs.)                                                  : Tidak ada
Bagian 313 SARA Kimia
Daftar Nama                                                                                           : –
Kategori Kimia                                                                                      : –
CERCLA Bagian 103 RQ (lbs.)                                                          : 5.000
RCRA Bagian 261,33                                                                           : Tidak ada
16. TAMBAHAN INFORMASI
Informasi yang diberikan dalam Material Safety Data Sheet (MSDS) mewakili kompilasi data yang diambil langsung dari berbagai sumber yang tersedia bagi kita. Carolina Pasokan biologi tidak membuat representasi atau jaminan untuk kesesuaian informasi ini untuk aplikasi tertentu substansi yang tercakup dalam Material Safety Data Sheet. Setiap majikan harus hati-hati menilai applicability dari setiap informasi yang terkandung di sini dalam hal penggunaan khusus yang majikan menempatkan materi.

Msds H2SO4

MSDS Asam Sulfat (H2SO4)
Lembar Data Keselamatan Bahan

Bagian 1 Identifikasi
Produk Nomor:  C2782
Nama Produk: Asam Sulfat Reagen ACS
Rumus: H2SO4
RTECS: WS5600000
CAS: CAS # 7664-93-9
Kesehatan: 3
Mudah terbakar: 0
Reaktivitas: 2
Bahaya Rating:
Paling sedikit
Sedikit
Moderat
Tinggi
Ekstrim
0
1
2
3
4
NA = Tidak Berlaku TL = Tidak Didirikan

Bagian 2 Komponen Campuran
Komponen: Asam belerang
CAS: CAS # 7664-93-9
%: 100%
Redup: W / W
Batas: OSHA TWA 1 mg / mƒ, ACGIH STEL 3 ppm

Bagian 3 Identifikasi Bahaya
Menyebabkan iritasi parah dan luka bakar. Mungkin berbahaya jika tertelan. Hindari menghirup uap atau debu. Gunakan dengan ventilasi yang memadai. Hindari kontak dengan mata, kulit, dan pakaian. Cuci sampai bersih setelah menangani. Simpan wadah tertutup.
Bagian 4 Tindakan Pertolongan Pertama
Menyebabkan iritasi parah dan luka bakar. Mungkin berbahaya jika tertelan. Hindari menghirup uap atau debu. Gunakan dengan ventilasi yang memadai. Hindari kontak dengan mata, kulit, dan pakaian. Cuci sampai bersih setelah menangani. Simpan wadah tertutup.

PERTOLONGAN PERTAMA:
KULIT: Cuci daerah yang terkena dengan sabun dan air. Jika terjadi iritasi, dapatkan bantuan medis.

MATA: Cuci mata dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit, angkat tutup sesekali. Mencari Bantuan Medis.
TERHISAP: Hapus untuk udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen

Tertelan: Berikan beberapa gelas susu atau air. Muntah dapat terjadi secara spontan, tapi TIDAK MENYEBABKAN! Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar.

Bagian Tindakan Api 5 Berjuang
Pemadam Api Jenis: Dry Chemical Api / Ledakan: Bereaksi pada suhu ekstrim dengan dekomposisi kekerasan. Api Melawan Prosedur: Pakailah diri dengan peralatan pernapasan dan pakaian pelindung untuk mencegah kontak dengan kulit dan pakaian.
Pasal 6 Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
Menyerap tumpahan dengan bahan inert, maka tempatkan dalam wadah limbah kimia. Menetralisir dengan abu soda basa lemah.

Bagian 7 Penanganan dan Penyimpanan
Pakailah sesuai NIOSH / MSHA-Disetujui respirator, Kimia-tahan sarung tangan, kacamata keselamatan. Jangan uap napas.

Bagian Pengendalian pemaparan 8 & Perlindungan Pribadi
Pernapasan Perlindungan: NIOSH / MSHA respirator yang disetujui
Ventilasi:
Mekanis: 
Tangan Perlindungan:
Pakai sarung tangan yang sesuai untuk mencegah pajanan kulit
Lokal Exhaust:
Mata Perlindungan:
Kacamata dan Shield Wajah
Lain-lain Alat Pelindung: Kenakan pakaian yang cocok untuk mencegah pajanan kulit

Bagian 9 Sifat Fisik dan Kimia
Melting Point: Tidak tersedia informasi Berat jenis 1.84 Titik Didih: 534-590 ° C Volatile oleh Volume Persen: <5 Tekanan Uap: Tidak tersedia informasi Tingkat Penguapan: Tidak Berlaku Kepadatan uap: Tidak tersedia informasi Penguapan Standar: Tidak Berlaku Kelarutan dalam Air: Larut Auto pengapian Suhu: Tidak Berlaku Penampilan dan Bau: Tidak berwarna keruh menjadi cair sedikit kuning Turunkan Flamm. Batasi di Udara: Tidak Berlaku Titik Nyala: Tidak mudah terbakar Atas Flamm. Batasi di Udara: Tidak Berlaku

Bagian 10 Stabilitas dan Reaktivitas Informasi
Stabilitas: Stabil Kondisi yang harus dihindari: Temperatur yang tinggi Bahan yang harus dihindari:
Air, logam, senyawa organik, basa. Berbahaya Dekomposisi Produk:
Beracun oksida sulfur Berbahaya Polimerisasi: Tidak akan Terjadi Kondisi untuk Hindari: Tidak diketahui

Bagian Informasi Tambahan 11
Kondisi diperparah organ / target: Orang yang sudah ada sebelumnya, pernafasan kulit dan gangguan mata lebih rentan. Korosif! Akut: iritasi berat dan luka bakar pada kulit, mata, paru-paru dan saluran pencernaan. Kronis: Dermatitis, kerusakan mata. Kabut asam kuat asam sulfat anorganik dapat menyebabkan kanker laring. BERACUN!

Msds HCl/ asam klorida

1. IDENTIFIKASI PRODUK
Nama : Asam klorida, reagen ACS
Identifikasi perusahaan : acros organics N.V
One reagent lane
Fairlawn, NJ 07410
Untuk informasi di Amerika Utara, telp : 800-ACROS-01
Untuk informasi bahaya di US, telp : CHEMTREC:800-424-4300

2. KOMPOSISI/INFORMASI KANDUNGAN BAHAN
CAS # BAHAN % EINECS#
7647-01-0 Asam klorida 37 % 231-595-7
7732-18-5 air seimbang 231-791-2
Symbol bahaya : C
Resiko : R34 : menyebabkan luka baker
R37 : gangguan system pernafasan
3. IDENTIFIKASI BAHAYA
Tinjauan keadaan darurat
Kenampakan :
bersih, tidak berwarna sampai kuning muda
Bahaya korosif, sensitive, menyebabkan luka baker pada kulit dan mata, dapat menyebabkan gangguan pernafasan, dan efek samping yang berdampak buruk bagi saluran pencernaan.

Dampak kesehatan

Mata :
menyebabkan luka permanent pada mata, uap/percikan dapat mengakibatkan iritasi dan luka baker yang parah. Kontak dengan cairan secara langsung mengakibatkan luka baker baik pada kulit maupun mata, menyebabkan rasa sakit dan peka terhadap cahaya
Kulit :
dalam jumlah yang banyak dapat membahayakan bagi kulit, cairan bersifat korosif apabila kontak dengan kulit akan menyebabkan luka baker dan koreng (borok).
Saluran pembuangan :
efek samping yang berbahaya dapat mengakibatkan kerusakan/gangguan pada system pencernaan, seperti sakit di sekitar perut, muntah-muntah, dan kemungkinan kematian, dapat menyebabkan kerusakan permanent pada jaringan espagus dan system pencernaan.

Pernafasan :
menyebabkan iritasi parah pada saluran pernafasan atas, seperti batuk-batuk, luka pada tenggorokan, sesak nafas, dan kemungkinan koma. Menyebabkan penyakit paru-paru dan gangguan pernafasan.
Kronis :
Apabila sering terkena kulit dan terpapar terlalu lama dapat menyebabkan dermatitis, apabila terlalu sering berkenaan dengan bahan dapat menyebabkan erosi pada gigi.

4. PERTOLONGAN PERTAMA
Mata :
bilas mata dengan air mengalir krang lebih selama 15 menit, dan segera mencari pertolongan medis, JANGAN mengedipkan mata atau membiarkannya tertutup.
Kulit :
segera mencari pertolongan medis, bilas daerah yang terkena dengan air yang banyak selama kurang lebih 15 menit, tanggalkan pakaian atau sepatu yang terkena oleh bahan atau terkontaminasi
Saluran pembuangan :
JANGAN dimuntahkan, apabila korban dalam keadaan yang membahayakan/kritis, berikan 2-4 cangkir penuh susu atau air, dan segera mencari pertolongan medis.
Pernafasan :
segera cari udara segar dan jauhkan dari sumber bahaya. jika tidak bernafas, berikan bantuan nafas (nafas buatan). Jika sesak nafas , berikan oksigen. Segera cari pertolongan medis.

5. CARA MEMADAMKAN KEBAKARAN
Informasi umum
Gunakan pakaian pelindung, dan peralatan pernafasan, MSHA/NIOSH, dan perlengkapan lainnya yang dapat melindungi. Bahan tidak mudah terbakar akan tetapi bereaksi dengan sebagian besar logam, menjadi gas hydrogen yang mudah terbakar. Semprotkan air untuk mencegah api meluas

6. TINDAKAN PENYELAMATAN
Informasi umum :
gunakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti yang disarankan pada point ke 8
Tumpahan/kebocoran :
tumpahan yang banyak dapat dinetralisir dengan cairan alkaline abu soda encer. Untuk mengambil tumpahan gunakan bahan yang dapat menyerap akan tetapi tidak berbahaya seperti tanah, pasir, vermiculite.

7. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN
Penanganan :
Cuci tangan setelah menangani bahan. Tanggalkan pakaian yang diduga terkontaminasi dan cuci sebelum digunakan kembali. Cari tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Jangan sampai terkena kulit atau mata, jangan terhirup atau tertelan.
Penyimpanan :
Jauhkan dari udara panas dan api. Jangan disimpan ditempat yang terkena sinar matahari langsung. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dengan sirkulasi udara yang baik.

8. PENGAWASAN DAN PERLINDUNGAN PERSONAL
Pengawasan terhadap pekerja :
Gunakan ruangan yang mempunyai saluran pembuangan udara/uap untuk mengurangi keadaan bahaya bagi pekerja.

Peralatan pelindung diri untuk pekerja
Mata :
gunakan kacamata yang melindungi, atau gunakan goggles seperti yang dianjurkan oleh OSHA, atau menurut standar Eropa EN 166
Kulit :
gunakan sarung tangan pelindung untuk mencegah terjadinya luka pada kulit
Pakaian :
gunakan pakaian yang dapat melindungi badan dengan baik

9. SIFAT-SIFAT FISIK BAHAN KIMIA
Kenampakan Bersih, tak berwarna sampai kuning muda
Bau Kuat, menyengat
Daya larut 823 g/L air pada 32 F
Kepadatan 1.16-1.19
pH 1.1 (0.1 N sol)
% penguapan dalam volume @ 21 C (70 F). Tidak tersedia
Titik didih 230 derajat F
Titik lebur -101 derajat F
Uap (udara=1) 1.257
Tekanan uap 160 mm Hg
Tingkat penguapan (butyl asetat = 1) 2.0
Rumus molekul : HCl
Berat molekul : 36.46


10. KESTABILAN DAN DAYA REAKSI
Stabilitas bahan kimia :
stabil dibawah temperature normal dan bertekanan
Dijauhkan pada kondisi :
bahan yang tidak sesuai, cahaya
Bahan-bahan yang tidak sesuai :
Asetat, asetat anhidrat, ammonium hidroksida, kalsium karbonat, kalsium phosphate, sodium, sodium hidroksida, asam sulfat.
Bahaya dekomposisi produk :
Hydrogen klorida, klorin, karbon monoksida, gas hydrogen


11. INFORMASI KERACUNAN
Karsinigenik : asam klorida, reagen ACS
IARC : grup 3 karsinogen
Epidemiologi : informasi tidak tersedia
Efek reproduksi : informasi tidak tersedia








12. INFORMASI EKOLOGI
Bahaya lingkungan :
Ikan air tawar LC100=10 mg/L/24 jam, udang LC50=100-300 ppm, bintang laut LC50=100-330 mg/L/48 jam, kepiting LC50=240 mg/L/48 jam
Keadaan lingkungan :
Substansi akan ternetralisir soil karbonat-berdasarkan komponennya
Fisik/Kimia :
Informasi tidak tersedia



13. PERTIMBANGAN PEMBUANGAN
Pengaturan limbah berdasarkan Negara, wilayah kesatuan, Negara bagian yang bersangkutan